Senin, 01 Agustus 2011
....
lidah pun menjadi kelu. mengutarakan apa yang dirasakan terlalu sulit di saat meragu. Sesal pasti akan datang, disaat rangkaian kata itu termuntahkan. tidak ingin melukai, hanya ingin meringankan beban di hati. harap untuk mengenyahkan duka, melepaskan beban, menjalani hidup tanpa ikatan. dia tetap tidak mengenal siapa yang berujar, hanya karena ia terlalu manja sehingga tetap berada di permukaan. bahkan ia terlena dengan segala kenyamanan yang ia peroleh dengan label yang diberikan oleh lingkungan sekitarnya. hingga suatu saat akhirnya tersampaikan juga pesan yang tertunda untuk disampaikan itu. tetapi ia tetap belum sedewasa itu untuk mencernanya....
Minggu, 24 Juli 2011
sekiranya akan seperti ini #2
ngomongin apa ya?
entah. rasanya ga ada yang perlu diomongin.
emang ga ada yang perlu dibahas?
ya apa dong? kurang enak apa lagi keadaan kaya sekarang?
gatau, aneh aja sekarang
hush jangan mikir macem-macem ah.
di tengah macet, sunyi.
Minggu, 03 Oktober 2010
Nenek, saya rindu
Pagi hari, terbangun karena harus segera memasak hidangan Idul Fitri di rumah Nenek saya. Kemudian bersenda gurau bersamanya yang sudah pulih, dengan rambutnya yang sudah tidak lagi panjang, yang semakin enerjik dan tetap dengan gelak tawanya yang khas.
Tertawa dan ditertawai, saya tidak memiliki pengalaman sebanyak beliau yang sudah hidup empat kali lebih lama dari keberadaan saya di dunia ini. bernafas, tidur, berpikir, merenung, merindukan, mencintai, mendidik, meracik, saya tidak memiliki pengetahuan sebanyak beliau.
Tertawa sambil mengaduk adonan kue kering yang kami sukai, mencicip di tengah kesempatan dan dicium setelah dimarahi, tertidur di atas kasur sambil menikmati semilir angin.
Kenangan yang ia ingat tentang saya tidak sebanyak yang saya ingat tentang beliau. Namun keberadaan dan kasih sayang beliau tidak lebih sedikit dari ingatan saya tentangnya.
Hari itu kami menikmati banyak sekali hidangan yang kami buat sendiri.
Dan kemudian saya terbangun.
Itu semua hanya mimpi.
Saya tidak ingin menyesali mengapa dahulu saya tidak sempat menepati janji saya memasak, menjahit, merajut, menenun, berbelanja bersamanya. Tetapi betapa saya ingin sekali melakukan lebih banyak hal bersamanya.
Nenek, saya rindu
Kamis, 19 Agustus 2010
I'm not in love, so don't forget it
It's just a silly phase I'm going through
And just because I call you up
Don't get me wrong, don't think you've got it made
I'm not in love, no-no
(It's because...)
I like to see you, but then again
That doesn't mean you mean that much to me
So if I call you, don't make a fuss
Don't tell your friends about the two of us
I'm not in love, no-no
(It's because...)
(Be quiet, big boys don't cry)
(Big boys don't cry)
(Big boys don't cry)
(Big boys don't cry)
(Big boys don't cry)
(Big boys don't cry)
(Big boys don't cry)
I keep your picture upon the wall
It hides a nasty stain that's lyin' there
So don't you ask me to give it back
I know you know it doesn't mean that much to me
I'm not in love, no-no
(It's because...)
Ooh, you'll wait a long time for me
Ooh, you'll wait a long time
Ooh, you'll wait a long time for me
Ooh, you'll wait a long time
I'm not in love, so don't forget it
It's just a silly phase I'm going through
And just because I call you up
Don't get me wrong, don't think you've got it made, ooh
I'm not in love, I'm not in love...
I'm not in love - 10CC
i didn't meant to deny things we were talked about
It's just a silly phase I'm going through
And just because I call you up
Don't get me wrong, don't think you've got it made
I'm not in love, no-no
(It's because...)
I like to see you, but then again
That doesn't mean you mean that much to me
So if I call you, don't make a fuss
Don't tell your friends about the two of us
I'm not in love, no-no
(It's because...)
(Be quiet, big boys don't cry)
(Big boys don't cry)
(Big boys don't cry)
(Big boys don't cry)
(Big boys don't cry)
(Big boys don't cry)
(Big boys don't cry)
I keep your picture upon the wall
It hides a nasty stain that's lyin' there
So don't you ask me to give it back
I know you know it doesn't mean that much to me
I'm not in love, no-no
(It's because...)
Ooh, you'll wait a long time for me
Ooh, you'll wait a long time
Ooh, you'll wait a long time for me
Ooh, you'll wait a long time
I'm not in love, so don't forget it
It's just a silly phase I'm going through
And just because I call you up
Don't get me wrong, don't think you've got it made, ooh
I'm not in love, I'm not in love...
I'm not in love - 10CC
i didn't meant to deny things we were talked about
Minggu, 03 Januari 2010
betapa semua rongga yang ada terhalang oleh jeruji yang terjaga. rongga itu tidak tertutup kaca yang sungguh rapat ataupun kaca yang tahan segala tekanan. tetapi jeruji. dimana akan ada yang bisa memasukinya. beberapa. ketika ada yang mencoba menembusnya, tentu yang benar-benar berusaha yang bisa. namun rongga itu terkadang menghembuskan nafasnya. nafas yang berisi setiap partikel yang tak tertahankan di dalam. rongga itu tidak membuang hal yang merugikan. itu hanya sesuatu yang terhempaskan. kini di dalam rongga itu lowong. melompong. bunyi detik jam bahkan terdengar nyaring. menggema. perlahan jeruji itu satu persatu meleleh. tidak. ternyata hanya satu. rongga itu membuka jalan bagi yang ingin masuk. ternyata rongga itu tidak cukup menarik untuk dimasuki. tetapi ternyata seorang musafir membutuhkan tempat berteduh. di dalam, musafir itu menyalakan api unggun. rongga itu kemudian menghangat dan redup cahaya dapat terlihat dari luar. tetapi tak lama, musafir itu pergi karena sudah saatnya ia pergi. rongga itu kembali kosong. musafir itu hanya meninggalkan bekas asap dan abu kayu. rongga itu tidak membuangnya. karena benda itu melekat di dalamnya. walaupun angin terkadang berhembus ke dalamnya, bekas asap dan abu kayu itu tidak juga menghilang. seakan menempel di sisi-sisinya. menyerah. rongga itu kemudian kembali membuka jerujinya. kini penyamun yang masuk. penyamun itu hanya tidur. ia tidur dimana-mana. tetapi di dalam rongga itu. kemudian ia pergi. matahari sudah turun saat itu. rongga itu kembali dingin. dari dinding rongga itu mulai terasa lembab. ternyata dingin menyebabkan embun membasahi rongga itu. matahari kembali naik. penyamun itu datang. langkahnya menginjak abu kayu. ia mondar-mandir kesana kemari. mengelap setiap tetes embun yang membasahi dinding rongga itu. karena ia kedinginan. ia ingin rongga itu hangat seperti yang ia harapkan. penyamun itu kembali tidur. napasnya meniup abu kayu itu. malam itu, penyamun itu kembali pergi. rongga itu tetap terbuka. namun tidak lembab lagi. ketika matahari sudah di atas, penyamun itu kembali datang. dengan membawa lilin. ia tidak bisa tidur siang itu. ia kemudian melepas beberapa jeruji rongga itu agar menjadi jendela. mengijinkan sinar matahari untuk masuk. dan dikala matahari dan bulan melanjutkan tongkat estafetnya, penyamun itu pergi. namun ia menyalakan lilin itu sebelum pergi. rongga itu menghangat. dan setiap hari, penyamun itu datang membawa lilin, membawa selimut, sehingga rongga itu selalu hangat. bahkan saat penyamun itu pergi.
Minggu, 06 Desember 2009
sekarang saya jadi kangen mama
setelah sore hari saya menonton "The Chorus" maka malam harinya, saya menonton "My Sisters Keeper"

bener-bener bagus ini film yaoloooohh!! parah parah parah parah
super menyentuh.
saya agak malu nonton film ini di depan temen temen saya yang lagi ngerjain tugas. karena saya ga berhenti sesenggukan. hhaa
betapa film ini super bagus.
saya takut kena kanker.
semoga saya sehat selalu.
semoga semua keluarga, sahabat, rekan sejawat, dan orang orang yang saya kasihi selalu sehat selalu.
amin.
setelah saya ingat-ingat, mama saya pernah cerita, nenek saya juga pernah cerita, tante saya pernah cerita dikit, kalau kakak mama saya, yang (kalau ga salah) almarhum di umur 18 tahun karena penyakit leukemia.
saya jadi wondering.. bagaimana perasaan keluarga saya saat itu ya??
bagaimana perasaan mama saya yang (kalau ga salah) masih 7 tahun umurnya, perasaan nenek saya yang membesarkannya..
tentunya saya bahkan tidak pernah bertemu dengan tante saya yang sudah almarhum ini, tante Titi. tapi kalau lihat fotonya, saya melihat ia adalah sosok yang ceria (sepertinya).
saya penasaran, bagaimana realita sebuah keluarga yang mengalami hal seperti itu, karena walau bagaimanapun, film adalah film, ga mungkin ga di dramatisir kan yah.. hhaa
dan ternyata, setelah saya ingat-ingat, pengalaman seperti ini bahkan terjadi kepada orang terdekat saya, yaitu mama dan nenek saya.
mendadak saya jadi kangen mama saya juga
semoga almarhum tante Titi diterima di sisi-Nya. amin.

bener-bener bagus ini film yaoloooohh!! parah parah parah parah
super menyentuh.
saya agak malu nonton film ini di depan temen temen saya yang lagi ngerjain tugas. karena saya ga berhenti sesenggukan. hhaa
betapa film ini super bagus.
saya takut kena kanker.
semoga saya sehat selalu.
semoga semua keluarga, sahabat, rekan sejawat, dan orang orang yang saya kasihi selalu sehat selalu.
amin.
setelah saya ingat-ingat, mama saya pernah cerita, nenek saya juga pernah cerita, tante saya pernah cerita dikit, kalau kakak mama saya, yang (kalau ga salah) almarhum di umur 18 tahun karena penyakit leukemia.
saya jadi wondering.. bagaimana perasaan keluarga saya saat itu ya??
bagaimana perasaan mama saya yang (kalau ga salah) masih 7 tahun umurnya, perasaan nenek saya yang membesarkannya..
tentunya saya bahkan tidak pernah bertemu dengan tante saya yang sudah almarhum ini, tante Titi. tapi kalau lihat fotonya, saya melihat ia adalah sosok yang ceria (sepertinya).
saya penasaran, bagaimana realita sebuah keluarga yang mengalami hal seperti itu, karena walau bagaimanapun, film adalah film, ga mungkin ga di dramatisir kan yah.. hhaa
dan ternyata, setelah saya ingat-ingat, pengalaman seperti ini bahkan terjadi kepada orang terdekat saya, yaitu mama dan nenek saya.
mendadak saya jadi kangen mama saya juga
semoga almarhum tante Titi diterima di sisi-Nya. amin.
Langgan:
Entri (Atom)
